Ilustrasi timbunan sampah/Pemkab Blitar

Jakarta, Pusat Transformasi Kebijakan Publik -- Barangkali sesaat setelah kita membuang sampah plastik, kita sudah tidak lagi memikirkan kelanjutan nasib sampah tersebut. Hal yang sama tidak berlaku bagi bumi yang kita pijak. Secara alamiah, bumi ini masih harus berhadapan dan bekerja keras dalam penguraian sampah plastik – paling tidak ratusan tahun sejak sampah tersebut pertama kali dibuang.

Tren timbulan sampah plastik di Indonesia menurut KLHK dalam kurun waktu 10 tahun kian menanjak, mulai dari 11% di tahun 2005 menjadi 15% di tahun 2015. Kurangnya kepedulian menjadi alasan utama penumpukan sampah plastik yang tidak terkendali, baik dari pihak swasta, pemerintah, hingga masyarakat. Maka dari itu, Transformasi melalui USAID Municipal Waste Recycling Progam senantiasa mengadvokasi segenap pihak terkait untuk meningkatkan upaya dan inovasi pengelolaan sampah yang bertanggungjawab dan berkelanjutan.

Contoh inovasi pengelolaan sampah plastik terlihat dari Kota Makassar melalui pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bank Sampah Pusat di bawah Dinas Lingkungan Hidup. Keberadaan UPT Bank Sampah – pertama dan satu-satunya di tingkat kota – ini telah memupuk kolaborasi yang komprehensif antara berbagai pihak dalam rangka mengentaskan masalah persampahan. UPT Bank Sampah berhasil memajukan keterlibatan aktif masyarakat dan pihak swasta dalam proses daur ulang sampah melalui program bank sampah, terbukti dari konsistensi peningkatan jumlah bank sampah di Kota Makassar, mulai dari 583 unit di tahun 2017 menjadi 906 unit di tahun 2019.

Inovasi Kota Makassar ini dapat diadaptasi di daerah lain, meskipun implementasinya tidak lepas dari berbagai tantangan. Buku Pembelajaran: Penguatan Kapasitas Kelembagaan Bank Sampah melalui UPT Bank Sampah Pusat Kota Makassar hadir untuk menjawab pertanyaan pembaca dari kalangan pemerintah daerah maupun pegiat lingkungan mengenai pengalaman Pemkot Makassar dalam mendirikan dan mengoperasikan UPT Bank Sampah. Buku ini juga mengulas mengenai berbagai upaya lain yang dilakukan oleh Pemkot Makassar untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir, dengan melibatkan pilar-pilar dari masyarakat, OPD, dan pihak swasta.