radarbali.jawapos.com
radarbali.jawapos.com
Kabupaten Buleleng kembali meraih prestasi nasional. Kali ini Kabupaten Buleleng melalui Desa Bukti,

meraih penghargaan trofi dan sertifikat Gerakan Nasional Program Kampung Iklim (Proklim) 2016. Gerakan ini digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Penghargaan itu diserahkan di Jakarta pada Kamis (1/12) lalu, dalam acara puncak Pekan Perubahan Iklim 2016.

Penghargaan tersebut diseahkanlangsung Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar. Penghargaan diterima

Perbekel Bukti Gede Wardana yang didampingi Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Buleleng, drh. Nyoman Surya Temaja.

Program Kampung Iklim sendiri merupakan Gerakan Nasional yang memberikan penguatan pelaksanaan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, serta kelembagaan untuk mendukung pelaksanaan ProKlim.

Gerakan ini juga memberikan pengakuan terhadap partisipasi aktif masyarakat yang telah melaksanakan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi.

Sebenarnya Proklim bukan program baru. Proklim sendiri sudah diluncurkan pada tahun 2011 lalu. Melalui pelaksanaan program ini, pemerinah memberikan penghargaan terhadap masyarakat

setingkat desa/kelurahan, yang secara berkesinambungan telah melakukan aksi lokal yang terkait dengan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Desa Bukti sendiri dianggap layak menerima penghargaan, karena telah melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Kegiatan yang mereka lakukan pun cukup banyak,

mulai dari pengendalian banjir, longsor, kekeringan, penanganan kenaikan muka air laut, pengelolaan sampah, penggunaan energi terbarukan, budidaya pertanian rendah emisi gas rumah kaca, hingga peningkatan ketahanan pangan.

“Ada banyak indikator yang dinilai. Semuanya yang berkaitan dengan pengendalian dampak perubahan iklim. Karena dampak perubahan iklim ini kan bisa terjadi bencana, penyakit, bahkan kelangkaan pangan.

Mencegahnya juga membutuhkan upaya yang cukup kompleks. Semuanya harus dilakukan mulai dari diri sendiri, yang kemudian dilaksanakan secara bersama-sama untuk memberikan dampak yang lebih besar,” ujar Kepala BLH Buleleng, Surya Temaja, kemarin.

Kegiatan Proklim sendiri diharapkan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat, terhadap dampak perubahan iklim.

Program ini juga diharapkan menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat untuk meminimalisasi dampak dari perubahan iklim.

Sekaligus membangun kesadaran untuk melakukan mitigasi bencana maupun krisis pangan akibat dari perubahan iklim. (eps/mus)

radarbali.jawapos.com