portalsatu.com
portalsatu.com
Pemerintah Aceh melalui Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (BAPEDAL) Aceh mengadakan Sosialisasi Keputusan Gubernur Aceh No. 660/624/2016 tentang Pembentukkan Tim Task Force Aceh Commitment For Climate Change Mitigation and Adaptation (ACCCMA) Tahun 2016-2020, di Aula I Bapedal Aceh, Senin 22 Agustus 2016.

Acara tersebut menghadirkan perwakilan dari berbagai jajaran SKPA, Akademi/Perguruan Tinggi, elemen sipil masyarakat dan LSM beserta sejumlah perusahaan di Aceh baik BUMN maupun Swasta.

Pusdatin Bapedal Aceh menyiarkan, Tim Task Force ACCCMA ini berhasil dibentuk berkat terwujudnya kesepakatan bersama antara Pemerintah Aceh dan Elemen Masyarakat Sipil Aceh dalam mendukung Komitmen Internasional terhadap penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pada acara Seminar Internasional “Aceh Commitment for Climate Change : Impact and Challenge” di Hermes Palace Hotel, 26 Mei 2016 lalu.

Dimana isu pemanasan global dan perubahan iklim kini telah menjadi masalah serius yang terus mengakibatkan kerusakan alam seperti mencairnya gunung es di kutub, peningkatan volume permukaan air laut, banjir, longsor, musim kering berkepanjangan dan rusaknya berbagai ekosistem.

Maka dari itu pembentukkan Tim ini bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat Aceh dalam menyesuaikan diri terhadap dampak perubahan iklim global yang mempengaruhi berbagai sektor di Aceh, serta dapat menggerakkan para stakeholder untuk berperan aktif terhadap pengurangan emisi GRK agar dapat berkontribusi besar terhadap penyelamatan hutan Aceh sebagai paru-paru dunia dari ancaman dampak perubahan iklim global.

Tim Task Force ACCCMA diketuai oleh Gubernur Aceh sebagai Tim Pengarah dan Sekda Aceh beserta Kepala Bapedal Aceh sebagai Tim Pelaksana dan melibatkan berbagai unsur SKPA, LSM, Akademi/Perguruan Tinggi maupun Perusahaan terkait yang terbagi dalam beberapa Kelompok Kerja (POKJA).

Adapun ruang lingkup pokja-pokja Tim Task Force ACCCMA 2020 meliputi ; (1) pengelolaan berbasis lahan, (2) pengelolaan industri, sampah, transportasi dan energy terbarukan, (3) peningkatan ketahanan masyarakat, (4) penguatan sistem pengawasan dan MRV (monitoring, reporting, verification), (5) kelompok lintas pokja, dan (6) sekrtetariat tim pokja.

Pusdatin Bapedal Aceh menyiarkan, selain itu pada pertemuan ini juga disosialisasikan berbagai aktivitas kegiatan eksisting terhadap perubahan iklim seperti Kota Adipura dan Program Kampung Iklim (PROKLIM) di Provinsi Aceh yaitu desa Iboih Kota Sabang, Lamteh/uleelheu dan Saree Kabupaten Aceh Besar serta Kelitu Kabupaten Aceh Tengah.[]

portalsatu.com