Badan Litbang KP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA) 2015. Acara berlangsung di ICC IPB Bogor pada 8-9 Juni 2015 lalu dengan mengusung tema “Inovasi Teknologi Akuakultur dalam Mendukung Kedaulatan Pangan dan Perikanan Lestari”.

Kepala Badan Litbang KP Achmad Poernomo menyatakan bahwa aspek pengembangan dan inovasi teknologi akuakultur merupakan salah satu tulang punggung pencapaian target menjadikan Indonesia sebagai produsen perikanan terbesar di dunia.

"Untuk mengejar target itu diperlukan beragam teknologi yang inovatif, tepat guna, efektif dan mudah diterapkan oleh stakeholders yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam sistem produksi akuakultur," katanya, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu (10/6).

Salah satu upaya untuk merealisasikan tantangan tersebut dan dalam rangka mempercepat pertumbuhan produksi akuakultur di Indonesia, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya bekerjasama dengan IPB menyelenggarakan FITA 2015. Kegiatan ini sebagai media untuk mendiseminasikan dan mensosialisasikan teknologi dan informasi akuakultur terkini, serta ajang pertukaran informasi antara penghasil dan pengguna teknologi akuakultur di Indonesia.

Selain itu menurut Kepala Badan Litbang KP, penyelenggaraan FITA juga bertujuan untuk memacu peneliti, perekayasa dan penghasil teknologi lainnya untuk melakukan inovasi teknologi di bidang akuakultur, serta menjadi akselerator bagi pembangunan akuakultur di Indonesia.

FITA 2015 membahas berbagai karya inovasi terkini dari empat kelompok bidang ilmu, yakni teknologi akuakultur berkelanjutan, nutrisi dan teknologi pakan, kesehatan ikan, serta genetika dan reproduksi akuakultur. “Para pakar dan perekayasa teknologi akuakultur ternama dari dalam dan luar negeri dihadirkan sebagai narasumber," ungkap Kepala Badan Litbang KP.

Kegiatan FITA 2015 sendiri terdiri atas empat kegiatan. Pertama, plenary session berupa presentasi keynote speaker dari dalam dan luar negeri yang terkait dengan kebijakan pemerintahan baru di bidang akuakultur dan perkembangan teknologi terbaru di akuakultur.

Sesi ini menampilkan tiga pembicara utama, yaitu Dr. Fatuchri Sukadi membahas Peluang dan tantangan pengembangan perikanan budidaya dalam mendukung poros maritim, Prof. Shunsuke Koshio membahas tema Development of maturation diet for crustacean and fish broodstocks, dan Dr. Farshad Shishehcian membahas Current status of advanced technology for shrimp/mariculture in tropical countries. Bertindak sebagai moderator sesi ini adalah Prof Dr. Ketut Sugama.

Kedua, temu bisnis yang akan mempertemukan para inovator dengan pengusaha atau calon investor. Sesi temu bisnis antara lain diisi diskusi Komersialisasi Produk Inovatif Puslitbang Perikanan Budidaya dengan menampilkan tiga narasumber, yaitu: Dr. Tri Heru Prihadi, Dr. Estu Nugroho, dan Dr. Endhay Kusnendar.

Ketiga, seminar ilmiah membahas hasil-hasil riset terbaru dari para peneliti, perekayasa, akademisi, dan stakeholder lainnya yang terkait dengan multi aspek penelitian dan pengembangan IPTEK dan inovasi di bidang akuakultur. Ada puluhan hasil riset mutakhir tentang beragam inovasi teknologi akuakultur dibahas dalam seminar yang berlangsung hampir dua hari penuh.

Yang tidak kalah menarik adalah pameran produk hasil inovasi para peneliti Balitbang Kelautan dan Perikanan. Ada setidaknya 75 karya riset yang ditampilkan dalam sesi poster. Semuanya disajikan dengan kemasan yang secara menarik untuk memuaskan keingintahuan peserta dan pengunjung FITA 2015.

Kegiatan selama dua hari ini dinyatakan terbuka untuk umum. Para peserta berasal dari: utusan pemerintah pusat dan daerah, peneliti dan perekayasa teknologi perikanan khususnya akuakultur, masyarakat akuakultur, asosiasi dan pelaku usaha di bidang akuakultur, investor di bidang akuakultur, pemerhati di bidang akuakultur, akademisi perguruan tinggi dan masyarakat umum.

Dibuka oleh Kepala Balitbang KP, acara ini juga dimeriahkan oleh penandatanganan dua Kesepakatan Bersama, yaitu antara Ka Balitbang KP dengan Bupati Kabupaten Pinrang dan Bupati Kabupaten Temanggung, serta penyerahan sertifikat ISO 9001 kepada Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut, Gondol, dan Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau, Maros.

Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

Sumber: gatra.com