Berita Penciptaan Lapangan Kerja

Rapat antara Pemprov Jawa Tengah dengan Tim Project KUNCI, termasuk Transformasi, Selasa, 19-20 September 2017, di Semarang, yang membahas langkah-langkah awal pelaksanaan Proyek KUNCI di Jawa Tengah
Rapat antara Pemprov Jawa Tengah dengan Tim Project KUNCI, termasuk Transformasi, Selasa, 19-20 September 2017, di Semarang, yang membahas langkah-langkah awal pelaksanaan Proyek KUNCI di Jawa Tengah
Proyek KUNCI, yang diinisiasi oleh USAID bersama MITRA KUNCI, bertujuan untuk membantu pemerintah Indonesia terkait upaya peningkatan efektivitas kebijakan ketenagakerjaan inklusif dalam rangka mengatasi persoalan pengangguran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Project KUNCI untuk wilayah provinsi Jawa Tengah terdiri dari 2 (dua) proyek, yakni: (1) R-WAP ( Indonesia Ready-to-Work Accelerator Program), yang fokus pada penguatan kapasitas balai pelatihan kerja dan sekolah vokasi; dan (2) SINERGI (Strengthening Collaboration for Inclusive Workforce Development in Indonesia), yang akan difokuskan pada penguatan koordinasi kebijakan antar para pemangku kepentingan baik di tingkat daerah maupun nasional.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini menghadapi isu ketenagakerjaan yang kompleks, baik dari aspek kebijakan, ekonomi, sosial, budaya, teknologi, dan aksesibilitas informasi. Misalnya, para lulusan sekolah kejuruan (vokasi), baik di tingkat SMK maupun politeknik, seringkali ketrampilan atau kompetensinya tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja (dunia industri). Ini yang disebut dengan isu link and match, dimana sistem pendidikan di sekolah kejuruan (vokasi) masih belum berorientasi pada kebutuhan pasar tenaga kerja (market driven). Kondisi ini berdampak sangat besar terhadap perluasan kesempatan kerja, tingkat pengangguran, dan pengentasan kemiskinan di provinsi Jawa Tengah.

Hal ini kembali disampaikan oleh Staf Khusus Gubernur Jawa Tengah Bidang Percepatan Pembangunan, Sunaryo, saat membuka rapat dengan Tim Proyek KUNCI—termasuk Transformasi sebagai bagian dari konsorsium SINERGI—pada Selasa, 19-20 September 2017, di Wisma Perdamaian, Jl. Imam Bonjol No. 209, Semarang. Pertemuan ini bertujuan untuk mengenalkan konsep dan rancangan Project KUNCI, khususnya R-WAP & SINERGI, kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta mendiskusikan dan mencari masukan dansaran dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait penggunaan pendekatan dan strategi implementasi Project KUNCI (R-WAP & SINERGI), agar dapat selaras dengan kebutuhan pemerintah daerah.

Selain menegaskan komitmennya, pihak Pemprov Jawa Tengah menyambut baik kehadiran Proyek KUNCI, dengan harapan dapat membantu pemikiran dan konsep kebijakan dalam rangka mengatasi persoalan ketenagakerjaan, khususnya pengangguran kaum muda, agar mereka dapat berkontribusi pada pembangunan daerah. Dalam rapat ini, Pemprov juga menunjuk berbagai badan dan dinas untuk menjadi mitra Program USAID-KUNCI, seperti Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan & Kebudayaan, dan Biro Pemerintahan, Otda dan Kerja Sama. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap proyek ini dapat menghasilkan program/kegiatan yang dapat dilanjutkan dan dilestarikan oleh pemerintah daerah sehingga ‘sustainability’ dari proyek ini dapat lebih dirasakan oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

Keberadaan UU No 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas juga mendapatkan perhatian tersendiri, dimana salah satu mandat UU ini adalah sebanyak 1% difabel harus dapat terserap di dunia kerja. Implementasi UU ini dipandang memiliki banyak persoalan, antara lain: (a) instansi pemerintah, baik di pusat maupun daerah, belum ada yang memberikan contoh untuk merekrut 2% dari tenaga kerja penyandang disabilitas; dan (b) sanksi UU ini belum jelas dan tegas bagi instansi pemerintah dan perusahaan/industri yang tidak menjalankan amanat UU ini.

Kemudian, kami juga melakukan kunjungan lapangan,salah satunya berdiskusi dengan Manajer SDM Lotte Mart, yang menceritakan pengalamannya saat menjalin kerja sama pemagangan kerja dengan Plan Internasional dan SMK, bahwa pada tahun 2015-2016 terdapat 20 orang siswa magang di perusahaan ini. Meskipun program ini dinilai menguntungkan perusahaan, masih terdapat kendala-kendala seperti kurangnya keterampilan soft-skills seperti kesabaran dan keramahan, pola pikir yang belum siap kerja, contohnya terlalu banyak menuntut fasilitas, serta tidak adanya kurikulum pemagangan oleh sekolah vokasi dan belum adanya instruktur pemagangan yang handal di perusahaan.

Sebagai tindak lanjut pertemuan ini, pihak Pemprov melalui Bapak Sunaryo, akan melaporkan hasil pertemuan ini kepada Gubernur Jawa Tengah, sementara USAID (MITRA KUNCI, R-WAP, SINERGI – termasuk Transformasi) akan menyusun panduan pelaksanaan kegiatan (TOR) berdasarkan masukan dari pihak Pemprov Jawa Tengah.

Kemudian, kegiatan konsolidasi teknis akan segera dilakukan oleh SINERGI dengan para Kepala SKPD terkait untuk persiapan asesmen kebijakan dan kapasitas kelembagaan, termasuk dengan calon mitra industri, kelompok pemuda, perguruan tinggi, LSM, media, dan sebagainya. Terakhir, pihak Pemprov Jawa Tengah akan segera menyusun agenda pertemuan formal (kick-off meeting) dengan Gubernur Jawa Tengah guna mendapatkan komitmen dan dukungan kebijakan dari Gubernur.

Bambang Wicaksono, Analis Kebijakan, Transformasi, 2017