Berita Perikanan

produk pengolahan perikanan
produk pengolahan perikanan
Pemerintah mendorong investasi pengolahan ikan di dalam negeri dengan memperkuat pasokan bahan baku dari kapal-kapal nelayan. Tahun 2017, nilai ekspor perikanan ditargetkan sebesar 7,6 miliar dollar AS.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Kementerian Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo mengatakan hal itu di sela-sela Forum Bisnis dan Investasi Kelautan Perikanan Ke-9 di Jakarta, Kamis (16/2). Forum itu dihadiri pelaku usaha dari dalam dan luar negeri.

Nilanto mengemukakan, pihaknya akan terus mendorong investasi untuk industri pengolahan ikan dan mendorong ekspor. Saat ini, bahan baku dalam negeri berlimpah setelah ada pelarangan terhadap kapal-kapal asing.

Pengembangan industri pengolahan akan mengoptimalkan bahan baku dari kapal-kapal nelayan lokal. "Kami terus mendorong investasi di industri pengolahan ikan. Bahan baku mengandalkan pasokan dari kapal-kapal nelayan," katanya.

Sejauh ini, beberapa investor asing yang sedang menjajaki masuk ke Indonesia antara lain asal Rusia, Spanyol, dan China. Investasi tersebut di sektor pengolahan ikan dan gudang pendingin.

Investor asal Rusia, Blackspace, untuk tahap awal akan membangun pengolahan dan ruang pendingin di empat lokasi, antara lain di Makassar, Malang, Bali, dan Natuna. Karena itu, Spanyol tengah menjajaki investasi di bidang kelautan di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat.

Nilanto yakin bahwa kebutuhan bahan baku industri bisa terpenuhi dari hasil tangkapan nelayan kecil. Pemerintah telah mewajibkan hasil tangkapan nelayan dilaporkan dan didaratkan di pelabuhan perikanan.

Secara bertahap, sistem rantai dingin dibangun di sentra perikanan agar hasil tangkapan nelayan dapat disimpan dalam keadaan baik dan mutu terjaga. Kendalanya, pasokan listrik di wilayah pelosok masih minim.

Komoditas unggulan

Komoditas unggulan untuk ekspor Indonesia antara lain tuna, tongkol, cakalang, ikan kakap, dan rajungan. Adapun produk perikanan budidaya antara lain udang, nila, bandeng, dan patin. "Kami sedang mengkaji pembatasan ekspor untuk produk mentah. Ke depan, ekspor perikanan didorong hanya untuk produk olahan," katanya.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Aplikasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Iwan Suryana mengatakan, investasi asing di sektor perikanan hingga kini masih minim.

Hal itu terjadi seiring pemberlakuan larangan kapal ikan asing untuk menangkap ikan di Indonesia sejak tahun 2014. Investasi industri pengolahan ikan membutuhkan jaminan bahan baku yang memenuhi standar industri.

"Investor masih ragu membangun industri pengolahan jika tidak ada kepastian pasokan bahan baku," katanya.

Data BKPM menunjukkan, realisasi penanaman modal asing dan dalam negeri di sektor perikanan pada Januari-September 2016 tercatat Rp 500 miliar atau hanya berkontribusi 0,1 persen terhadap penanaman modal di Indonesia. Pada 2015, realisasi investasi sektor perikanan tercatat Rp 700 miliar dengan kontribusi 0,1 persen. (LKT)

Kompas